Alat ini ditujukan bagi mereka yang kehilangan fungsi motorik, seperti akibat stroke, cedera saraf tulang belakang, amputasi, dan sebagainya.
Alat itu diberi nama Encephalophone. Diciptakan oleh Thomas Deuel, ahli syaraf dari Swedish Medical Center dan Universitas Washington. Dia menerbitkan penelitiannya di jurnal Frontiers in Human Neuroscience, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Encephalophone mengumpulkan sinyal otak melalui sebuah topi yang mentransformasikan sinyal spesifik menjadi notasi musik. Alat ini dipasangkan dengan synthesizer, sehingga pasien bisa menciptakan musik dengan suara instrumental yang bervariasi.
Encephalophone bisa dikontrol lewat dua tipe sinyal otak independen, yakni yang berhubungan dengan visual cortex (seperti menutup satu mata) atau yang berhubungan dengan memikirkan gerakan. Nah, yang memikirkan gerakan adalah yang paling berguna bagi pasien disabilitas.
Encephalophone sendiri berbasiskan teknologi antarmuka otak komputer memakai metode lawas yang disebut elektroencephalography, yaitu mengukur sinyal elektrik di otak. Ilmuwan pertama kali mengubah sinyal ini menjadi suara pada 1930-an dan kemudian jadi musik pada 1960-an.