Biasanya, penderita epilepsi akan berusaha menghindari aktivitas yang dapat membahayakan kalau kejang-kejang terjadi.
Tapi kini kamu bisa kok mulai mendeteksi bakal terjadinya kejang melalui pemantauan gelombang otak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang remaja 17 tahun yang sekolah di STEM High School di Redmond, Amerika Serikat, Neha Hulkund, telah menciptakan alat yang bisa memonitor dan menganalisa gelombang otak sehingga dapat memberikan peringatan kalau-kalau kejang bakal terjadi.
Dengan teknik machine learning, alat itu membantu komputer menemukan pola terjadi dan bakal terjadinya kejang-kejang. Alat itu mampu memperkirakan terjadinya kejang, sejak 3 menit sampai 30 detik sebelum kejadian. Ada alat yang akan memberikan peringatan kepada pasien.
Alat ini bahkan bisa dihubungkan ke perangkat lain secara nirkabel, sehingga orang lain pun bisa memonitor kondisi si pasien dari jarak jauh.
Penemuan Hulkund ini dipamerkan di ajang Intel International Science and Engineering Fair.