Ada juga yang mencoba meniru binatang lain, macam laba-laba Myrmarachne formicaria. Agar tak diserang predatornya, laba-laba ini berpura-pura jadi semut.
Semut dikenal sebagai binatang yang agresif dalam mempertahankan diri. Mereka bisa menggigit, bahkan menyerang balik dengan zat asam. Itulah sebabnya pemangsa serangga biasanya lebih menyukai laba-laba ketimbang semut. Untuk itulah laba-laba Myrmarachne formicaria kemudian memilih jadi semut supaya terhindar dari pemangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas bagaimana laba-laba ini meniru semut? Dilansir dari Science Daily, disebutkan bahwa laba-laba itu akan berjalan menggunakan delapan kakinya, tapi ia akan sering berhenti sejenak untuk mengangkat kaki depan, meniru antena semut.
Dari hasil riset tim dari Universitas Cornell yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the Royal Society B, menggunakan kamera berkecepatan tinggi, terlihat bahwa kebanyakan pemangsa potensial laba-laba ini memiliki sistem visual yang lebih lambat. Alhasil, mereka mengira laba-laba itu adalah semut lalu batal menyerang. (ded/ded)