"Saya akan ubah jam kerja dari awalnya jam 08.00 WIB menjadi jam 07.00, sehingga pulangnya bisa jam 15.00 supaya tidak kena macet," ujar Susi saat ditemui di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/10).
Dia berharap dengan perubahan itu pegawainya bisa lebih produktif dalam bekerja dan bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.
"Supaya datang ke kantor lebih segar, pulangnya lebih sore dan bisa ketemu anak-anak," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Susi menargetkan 70 persen laut Indonesia bakal jadi andalan. Langkahnya antara lain memberantas pencurian ikan dan mengoptimalkan sumber daya kapal yang ada.
Tentang langkah lebih lanjut yang detail, Susi belum mau menjelaskan. Dia bilang akan menggelar rapat dulu dengan para stafnya soal data kapal dan pencurian ikan di Indonesia.
Susi bilang laut Indonesia mestinya bisa menjadi andalan yang luar biasa. Dia bilang banyak pekerjaan yang bisa dilakukan untuk mewujudkan itu.
"Jadi banyak kerja di depan. Saya mohon wartawan tidak banyak kerja. Nanti saya enggak bisa kerja," tutur Susi di sambil bercanda, ketika ditemui di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Cempaka Putih, Selasa (28/10).
Sebelum jadi menteri, Susi sudah berpengalaman dalam urusan perdagangan hasil laut. Dia memulai bisnisnya sebagai pengepul ikan di Pangandaran, Jawa Barat. Ia kemudian mendirikan PT ASI Pudjiastuti Marine, sebuah pabrik pengolahan ikan.
Susi kemudian merambah bisnis penerbangan dengan mendirikan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau Susi Air.