"Rp 150 triliun dari Rp 300 triliun subsidi BBM kita hilang di laut, saya yakin itu," ujar Susi di kantornya, Selasa (11/11).
Susi mengatakan banyak kapal pengkapan ikan berbendera asing melakukan pengisian bahan bakar di perairan Indonesia. Dia menduga bahan bakar yang dikonsumsi merupakan BBM bersubsidi yang selama ini ditimbun oleh para spekulan.
"Kayak kapal Tiongkok, apakah mereka isi bensin di pantainya dia? No! Mereka mengisinya di tengah laut kita, pakai BBM subsidi kita yang diborong sama pihak-pihak yang merugikan. Nelayan kita di Pangandaran saja tidak pernah ada subsidi," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedih kan. Kapal kita tidak dikawal, kapal luar malah dikawal. Saya minta semuanya transparan, kalau ada apa-apa lapor, saya jewer Dirjennya," tegas Susi.
"Kami datang ke sini untuk meminta bantuan KPK. Kami mau membangun kebijakan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar transparasi dan tata kelola laut yang lestari bisa terjaga," kata Susi.