Richard Joost Lino, Direktur Utama PT Pelindo II, mengungkapkan hal tersebut akan menjadi salah satu solusi bagi kemacetan di jalur darat yang selama ini membelenggu Jakarta dan sekitarnya.
"Kita ingin mencoba mengurangi penggunaan truk angkut dari pelabuhan ke kawasan industri, karena selain sering bikin macet, ongkosnya juga mahal," ujar Lino di Jakarta, Kamis (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang kepada teman di PU ketika sodetan ini dibuat, kenapa tidak dibuat yang lebar nanti agar kedepannya bisa dimanfaatkan untuk mengangkut kontainer dari Tanjung Priok ke Cikarang yang mana saat itu kawasan industri Cikarang belum ada," kata Lino.
Saat ini, kata Lino, Pelindo II tengah melakukan studi kelayakan (feasibility study) dengan melibatkan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Berbagai aspek menjadi pertimbangan, termasuk peninggian jembatan di sejumlah titik kanal. Lino sendiri memandang untuk meninggikan jembatan tidak akan memakan banyak biaya.
"Paling lama waktunya dua tahun dan itu tidak mahal karena lebih murah dari pada bikin tol. Dugaan saya bisa kurang dari Rp 1 triliun karena tidak ada pembebasan lahan," cetusnya.