logo CNN Indonesia

Harga CPO

Malaysia Banjir, Produksi Minyak Sawit Mentah Bakal Anjlok

, CNN Indonesia
Malaysia Banjir, Produksi Minyak Sawit Mentah Bakal Anjlok
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan finansial Malaysia CIMB menilai banjir yang melanda beberapa wilayah di Malaysia bakal menurunkan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan berpotensi meningkatkan harga komoditas yang sempat melemah tersebut.

“Kami memperkirakan bahwa banjir selama dua minggu terakhir dan memukul industri perkebunan wilayah pantai timur Malaysia, mungkin telah menyebabkan tambahan 9 persen atau 157.000 ton CPO penurunan produksi pada Desember 2014,” ujar analis CIMB Ivy Ng dalam riset yang diterima, Sabtu (3/1).

Lebih lanjut, perkiraan konsensus sebelumnya yang dilakukan sebelum banjir telah memproyeksikan penurunan 11 persen secara bulanan dalam produksi Desember. Sementara Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia memprediksi penurunan 20 persen dalam produksi CPO.

Hal itu sejalan dengan perkiraan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Malaysia, yang memprediksi produksi CPO di Malaysia turun 21 persen pada 1-20 Desember dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Adapun Kelantan, Pahang dan Terengganu adalah tiga wilayah yang paling parah dilanda banjir. Daerah tersebut adalah representasi 184.000 hektare lahan sawit yang mewakili sekitar 3,5 persen dari total luas tanam negara.

Ivy menyatakan pihaknya mempertahankan pandangan bahwa banjir dan musim produksi rendah musiman cenderung memperburuk penurunan produksi CPO pada periode Desember 2014-Jan 2015, yang mengarah ke penurumam persediaan minyak sawit di Malaysia.

Namun menurutnya hal itu akan menjadi positif bagi harga CPO jangka pendek. Meski begitu, perkebunan yang terkena dampak banjir kemungkinan akan memperoleh pendapatan yang lebih lemah di kuartal IV 2014 karena kenaikan harga CPO tidak akan cukup untuk mengimbangi penurunan produksi.

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan rilis data hasil perkebunan kuartal IV 2014 pada Februari 2015 menjadi tidak menarik karena harga dan produksi yang lebih rendah,” kata Ivy.

Untuk diketahui, harga CPO di Bursa Malaysia pada perdagangan Jumat (2/1) ditutup menguat signifikan. Perdagangan CPO untuk kontrak Februari 2015 berada di level 2.302 ringgit per ton atau melejit 1,05 persen. Padahal, pada akhir perdagangan Rabu (31/12/2014) harga komoditas itu berhenti di angka 2.278 ringgit per ton atau anjlok 0,78 persen.


0 Komentar
Terpopuler
CNN Video