"Enam bulan terakhir ini memang tidak stabil, tapi ini faktor luar yang mempengaruhi bukan dalam," kata Kalla, ketika melakukan lawatan kerja ke Maluku, Kamis (26/2).
Wapres menuturkan pemerintah tidak bisa melakukan apa-apa untuk menstabilkan rupiah mengingat pemicunya berasal dari eksternal. Namun, JK menilai ada sisi positif dari depresiasi kurs, yakni ekspor Indonesia akan semakin menguat dan menekan laju impor.
"Salah satunya pelemahan ini masih dampak Yunani, Euro melemah sehingga Dollar AS menguat," katanya menjelaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Indonesia (BI) sendiri dinilai sudah tidak lagi fokus mengontrol tinggi atau rendahnya nilai tukar rupiah, tetapi lebih kepada real effective exchange rate (REER). Bank sentral tampaknya tidak bisa melawan arus pasar sehingga kebijakan yang diambil adalah melepas rupiah mengikuti dinamika pasar. (ags)