"Posisi Indonesia jadi unik karena Tiongkok dan Jepang berebutan investasi ke Indonesia karena kita tahu, mereka punya persoalan masalah Laut Cina Selatan. Indonesia bisa berperan menjembatani. Pada sisi lain, potensi ekonomi juga besar untuk berkembang," katanya usai memberikan pidato di Konferensi Rakyat Asia Afrika, di Galeri Nasional, Jakarta, pada Sabtu (18/4).
Kali ini, Luhut menjelaskan, Indonesia akan kembali membuka tangannya untuk sektor infrastruktur bagi Negeri Tirai Bambu. "Jepang karena industri manufaktur, mereka sekarang ingin lebih pesat. Jepang ada di minyak, gas, dan otomotif," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak menutup kemungkinan akan jadi kekuatan ekonomi dunia dalam 10-15 tahun. Kita juga berharap negara-negara Afrika jangan jadi market dari negara-negara maju," katanya.
"Asia Africa Business Summit, itu bicara banyak soal Usaha Kecil dan Menengah (UKM) karena khusus di Afrika masih banyak negara-negara yang jauh lebih bersahaja. Kalau World Economic Forum, kami mengundang CEO di dunia yang kaya-kaya. Kami berharap akan melahirkan berbagai bentuk kerja sama ekonomi antara negara-negara selatan," katanya. (agh/vga)