Dalam keterangan resminya, delegasi Multi Bintang dan Heineken didampingi oleh Presiden Komisaris Cosmas Batubara, Presiden Direktur Michael Chin, dan Direktur Hubungan Korporasi Bambang Britono.
Pertemuan dilakukan di sela-sela acara World Economic Forum on East Asia (WEF-EA) pada Minggu (19/4), antara Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan delegasi Heineken yang dipimpin oleh Global Director Public and Governmental Affairs Heineken, Roland Verstappen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan yang dikenal dengan produk bir Bintang dan Heineken ini menyampaikan kepada Rachmat Gobel, bahwa pentingnya melindungi anak di bawah usia legal dari konsumsi alkohol adalah sudah menjadi kebijakan perusahaan Heineken dan Multi Bintang.
Multi Bintang menyatakan telah bekerja dengan banyak operator minimarket dalam melatih staf toko mereka untuk memastikan mereka tidak menjual produk bir ke konsumen di bawah usia legal konsumsi alkohol (lewat program 21+ pengetahuan akan usia 21 tahun ke atas sebagai usia legal konsumsi alkohol dan pentingnya pelaksanaan prosedur pemeriksaan identitas).
Sejak 2012, lebih dari 1.000 outlet dan 15.000 staff minimarket telah berpartisipasi dalam program edukasi penjualan secara bertanggung jawab tersebut. Terlebih lagi, kami juga memberikan pelatihan kepada para staf hotel, restoran, dan cafe untuk memastikan mereka hanya menjual produk bir dan minuman beralkohol lainnya secara bertanggung jawab.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel setuju untuk meneruskan dialog tersebut dengan membentuk kelompok kerja bersama antara Kementerian Perdagangan dan industri bir untuk mencari solusi alternatif dan program untuk mencegah konsumsi alkohol oleh anak di bawah usia legal.
Seperti diketahui, hal itu berawal dari Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol, yang berlaku tiga bulan sejak diundangkan pada Januari 2015. Meski dilarang di level ritel dan pengecer, namun konsumen masih bisa membeli produk tersebut di supermarket dan hypermarket, juga di kawasan wisata. (ded/ded)