"Kami memang membutuhkan foreign funding dalam menjalankan program-program ekonomi yang berkelanjutan. Namun kami tidak mau diatur dan didikte," ujarnya di acara Tropical Landscapes Summit, Jakarta, Senin (27/4).
Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, Luhut mengatakan bantuan dari institusi asing bukan opsi utama pemerintah dalam menanggulangi permasalahan ekonomi Bangsa. Menurutnya, tidak ada masalah dengan bantuan asing selama tidak mendikte dan peruntukannya sesuai dengan program pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Luhut, dukungan finansial dari Dana Moneter INternasional (IMF) ketika krisis keungan 1998 adalah contoh keliru pemanfaatan bantuan yang sangat jelas merugikan Indonesia. Namun, Luhut mengakui negara tidak punya pilihan waktu itu selain menerima pinjaman IMF dan tidak seperti sekarang punya posisi tawar.
Lebih lanjut, Luhut menyatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hijau (green economy) sebesar 20 persen pada 2019. Untuk mencapai itu, semua opsi dikaji terkait dengan program-program lingkungan lintas-kementerian. (ags/gen)