Perbedaan harga terjadi karena para produsen sosis dari Malaysia menggunakan bahan baku daging sapi India yang lebih murah dibandingkan harga daging sapi Australia yang digunakan pengusaha dalam negeri.
"Untuk meningkatkan daya saing, kami juga ingin diperbolehkan memakai bahan baku asal India yang harganya jauh lebih murah. Atau kami juga ingin agar produk olahan yang masuk hanya produk yang menggunakan bahan baku sama seperti yang kami gunakan, yaitu menggunakan daging asal Australia," tegas Ketua NAMPA Ishana Mahisa di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (8/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keinginan untuk menggunakan daging sapi India sebagai bahan baku sosis terbentur Peraturan Menteri Pertanian Nomor 84 tahun 2013 tentang Pemasukan Karkas, Daging, Jeroan, dan/atau Olahannya ke Indonesia. Aturan tersebut menurutnya masih memperbolehkan impor produk olahan dengan menggunakan bahan baku yang tidak boleh dipakai industri dalam negeri. Selama ini daging sapi India tidak boleh digunakan sebagai bahan baku produksi dalam negeri karena belum terbebas dari penyakit mulut dan kuku.
Lebih lanjut, Ishan memprediksi bahwa arus sosis impor asal Malaysia akan semakin meningkat ketika kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN diberlakukan. Kendati merasa panik, namun Ishan mengatakan bahwa sejauh ini belum ada penurunan produksi industri lokal maupun perusahaan yang tutup akibat melonjaknya arus produk olahan daging impor ini.
Menurutnya, saat ini kapasitas produksi industri pengolahan daging dalam negeri mencapai 291 ribu ton per tahun, dimana angka tersebut meningkat 32 persen dari tahun sebelumnya sebesar 220 ribu ton per tahun. Produk olahan daging lokal sendiri dikatakannya masih mampu memenuhi 80 persen dari kebutuhan dalam negeri.
Sedangkan impor golongan sosis yang mencapai US$ 5,55 juta di tahun 2014, sebagian besar disumbang oleh Malaysia dengan nilai US$ 4,76 juta atau sekitar 85,73 persen dari impor sosis secara keseluruhan. Sedangkan untuk produk olahan daging selain sosis, sebanyak 79,2 persen dari nilai impor sebesar US$ 14,24 juta berasal dari Australia. (gen)