"Kami waspadai ini. Ekonomi China sangat dekat dengan ekonomi Indonesia. Kita mesti waspadai kalau ada perlambatan ekonomi di China," ujar Agus di Gedung BI Pusat, Rabu (8/7) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan studi BI, kata Agus, setiap 1 persen pelemahan ekomomi China akan memberi dampak pelemahan 0,4-0,6 persen terhadap pereonomian Indonesia.
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan BI sudah memantau pelemahan pasar modal China sejak tiga minggu lalu. Ia menilai kebijakan Bank Sentral China yang menurunkan suku bunga menjadi 5,1 persen yang direspon negatif oleh para pelaku pasar menjadi pemicunya.
Menurutnya, risiko pelambatan ekonomi China berpeluang berlanjut jika pemerintahnya tidak merespon dengan cepat.
"Penurunan suku bunga dan giro wajib minimum mereka itu setidaknya kita harap kendalikan pelambatan ekonomi mereka," ujarnya. (ags/ags)