“Penguatan yang terjadi kian berkurang dengan mulai adanya aksi profit taking sehingga penguatan IHSG tidak sekencang sehari sebelumnya meski laju IHSG masih di sekitar area oversold,” ujar Reza dikutip melalui riset, Senin (31/8).
Ia menyebut masih terdapat utang gap bawah 4237-4295 yang perlu diwaspadai agar laju IHSG tidak berbalik turun pada perdagangan hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, laju rupiah pada penutupan perdagangan pekan lalu tercatat mampu berbalik menguat seiring ekspektasi pelaku pasar terhadap laju dolar Amerika Serikat (AS) yang cenderung tertahan sejalan dengan belum akan dinaikannya Fed rate pada September.
Reza berharap kembali menguatnya rupiah dapat terwujud selama tidak dimanfaatkan untuk profit taking. Ia memperkirakan laju rupiah berada di atas target resisten Rp 14.100.