“Kami akan mengembangkan Danau Toba jadi The Monaco of Asia. Pertama, kami akan bersihkan dulu Danau Toba karena banyak yang menanam ikan di situ. Setelah itu dibangun infrastrukturnya, jalan, air bersih, internet, dan sebagainya,” kata Rizal di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (1/9).
Akses internet menurut Rizal menjadi penting demi memancing lebih banyak lagi turis asing ke Danau Toba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat seluruh kementerian yang bisa menunjang terwujudnya ide tersebut berada di bawah jalur koordinasinya, Rizal mengaku akan mencari waktu khusus guna membahas rencana itu bersama menteri terkait.
Meski enggan menyebutkan enam daerah lain yang tengah diseleksi sebagai kawasan wisata khusus, menurut Rizal keinginan tersebut harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar objek wisata.
“Kami akan memilih, dengan syarat Gubernur harus mengubah perilaku masyarakat setempat. Misalnya yang tadinya tidak bisa tersenyum, harus rajin senyum,” katanya.
Ia menuturkan, pada awalnya warga Singapura adalah sekelompok masyarakat perkotaan yang tidak bisa tersenyum terhadap warga asing. Namun mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew berhasil membuat gerakan nasional untuk tersenyum yang diikuti oleh warganya sehingga menjadikan Singapura sebagai salah satu tujuan wisata ditengah sumber daya alam yang terbatas.
“Kami minta juga masyarakatnya dididik soal kebersihan, jangan mimpi ada daerah wisata kalau tidak bersih. Kemudian ada kualitas layanan yang harus diperhatikan, jadi ada syaratnya. Karena kami akan berinvestasi di kawasan tersebut, Gubernur dan rakyatnya harus berbuat sesuatu untuk membantu. Minimal belajar senyum dulu,” jelas Rizal. (gen)