Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat berkunjung ke kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jakarta, kemarin.
"Presiden menyampaikan mengenai apa yang menjadi tugas pemerintah pusat sudah diselesaikan, tapi ada tugas pemerintah daerah yang juga harus mereka selesaikan segera. Sebab percuma kalau di pemerintah pusat sudah bisa lebih efisien tapi di daerah tidak efisien," ujar Pramono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesi pertama akan dilaksanakan pada pukul 13.00–14.30 WIB, diikuti oleh Gubernur, Bupati dan Walikota dari Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku, sebanyak 279 orang peserta.
Sebagaimana diketahui Pemerintah telah meluncurkan empat paket kebijakan ekonomi. Paket jilid I diluncurkan pada 9 September 2015 dengan fokus mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi, serta penegakan hukum dan kepastian usaha. Selain itu, pemerintah juga ingin mempercepat proyek strategis nasional dengan menghilangkan berbagai hambatan, sumbatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian proyek strategis nasional. Terakhir paket tersebut menginginkan peningkatkan investasi di sektor properti.
Paket jilid II diluncurkan pada 29 September 2015 lebih difokuskan pada izin investasi untuk industri yang ada dalam kawasan industri, dan untuk industri yang ada di luar kawasan industri.
Dilanjutkan dengan paket jilid III yang diluncurkan pada 7 Oktober 2015 memfokuskan pada penurunan harga energi dan perbaikan iklim usaha. Terakhir, paket jilid IV yang diluncurkan pada 15 Oktober 2015 dengan fokus untuk membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya, dimana dunia usaha dan investasi diberikan kemudahan untuk membuka lapangan kerja. (gen)