"Di 2016 kami belum menyentuh subsidi pangan, termasuk Raskin. Mungkin 2017 kami cari bagaimana memperbaiki ketepatan sasaran untuk subsidi pangan. Kalau menurut saya, yang paling tepat ya cash transfer," ujar Kepala BKF Suahasil NAzara di sela Forum Fiskal Internasional di Nusa Dua, Bali, Kamis (10/10).
Suahasil mengatakan, besar atau kecil nilai subsidi tunai itu relatif tergantung garis kemiskinan. Sedangkan ketepatan sasaran adalah syarat mutlak di dalam penyaluran subsidi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang Raskin rata-rata yang diterima (Rumah Tangga Sasaran) 5-6 kilogram. Bagaimana memperbaikinya, padahal yang dialokasikan pemerintah itu 15 kilogram," tuturnya.
Selain mendorong perubahan mekanisme pemberian subsidi, Suahasil bilang Pemerintah juga telah menugaskan PT PLN (Persero) untuk mengurangi jumlah sambungan listrik bersubdi dari 44,6 juta sambungan menjadi tinggal 24 juta sambungan.
Ini mengingat alokasi subsidi listrik dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 hanya mencapai Rp 38 triliun atau hampir separuh dari APBNP 2015 di angka Rp 73 triliun.
"PLN lagi cari cara mengurangi jumlah sambungan bersubsidi dari 44,6 juta sambungan menjadi 24-25 juta. Tapi pasti akan berkurang," imbuh Suahasil.
(dim/dim)