Slamet Edi Purnomo, Kepala Departemen Komunikasi dan Internasional OJK mengatakan, regulator menemukan perusahaan yang menawarkan pelunasan kredit dan utang dengan cara memberikan surat jaminan pembebasan utang mengatasnamakan Presiden RI maupun lembaga internasional dari negara lain.
"Penawaran dan ajakan itu belakangan muncul di beberapa daerah dengan mengatasnamakan PT Swissindo World Trust International Orbit di Cirebon dan Koperasi Pandawa Mandiri Grup di Yogyakarta," ujarnya melalui keterangan resmi OJK, Senin (20/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Debitur yang masih memiliki kewajiban kredit kepada industri jasa keuangan diminta agar tetap menyelesaikan seluruh kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati dan menghubungi pihak bank atau perusahaan pembiayaan terkait," ujarnya.
Saat ini, kata Slamet, OJK sedang berkoordinasi dengan instansi lainnya mencegah adanya kerugian bagi Industri Jasa Keuangan dan masyarakat.
Dia menjelaskan modus penawaran pelunasan kredit dilakukan dengan menawarkan janji pelunasan kredit atau pembebasan utang rakyat kepada para debitur macet pada bank-bank, perusahaan-perusahaan pembiayaan maupun lembaga-lembaga jasa keuangan lainnya.
"Para debitur tersebut, dihasut untuk tidak perlu membayar hutang mereka kepada para kreditur," ujarnya.
Dari temuan OJK, modus yang dilakukan perusahaan tidak bertanggung jawab tersebut adalah, pertama mengatasnamakan negara atau lembaga negara tertentu dengan dasar kedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Kedua, mencari korban yang terlibat kredit macet dan menjanjikan akan menyelesaikan utangnya dengan jaminan Surat Berharga Negara. Selanjutnya, korban diminta membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggota kelompok/Badan Hukum tertentu.
"Perusahaan ini juga meminta korban untuk mencari debitur bermasalah lain untuk diajak bergabung," ujar Slamet. (ags)