Direktur Eksekutif CITA Yustinus Prastowo mencontohkan, keberhasilan transformasi kota Shanghai, China yang saat ini telah menjadi pusat keuangan dan pendirian perusahaan di Negeri Tirai Bambu.
“Syaratnya yaitu kemudahan administrasi, kepastian hukum, dan jaminan kerahasian yang akan bikin efektif,” tutur Yustinus melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyadari bahwa ketika Automatic Exchange of Information (AEoI) berlaku antar negara-negara di dunia, jaminan kerahasian tidak lagi bisa diperoleh di OFC.
Namun, Yustinus tidak lupa mengingatkan bahwa OFC bisa menjadi pusat pencucian uang (money laundering) dan kejahatan seperti yang terjadi di Pulau Labuan, Malaysia. Oleh karenanya, pengawasan pemerintah harus efektif tanpa mengesampingkan insentif yang ditawarkan.
“(Perlu) pengawasan yang memastikan (OFC) bukan sebagai tempat untuk money laundering dan penyembunyian kejahatan,” ujarnya.