Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan, kopi Indonesia terbukti memiliki kualitas yang sangat baik sehingga menarik buyer mancanegara yang datang ke pameran ini.
"Kopi Indonesia nyatanya menarik para buyer yang kami datangkan dari berbagai negara. Transaksi yang diperoleh berasal dari transaksi yang terjadi di lantai pameran dan juga kontrak dagang," jelas Arlinda dalam keterangan resmi, dikutip Senin (17/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Transaksi diperoleh dari buyer asal Malaysia sebesar US$20 juta, Korea Selatan US$4 juta, Mesir US$4 juta, Palestina US$2 juta, Belgia US$1,7 juta, dan sisanya dari negara lain,” katanya.
Perusahaan-perusahaan tersebut yaitu PT Asal Jaya dengan Hassan Haggag asal Mesir menyepakati kontrak senilai US$20,63 juta; PT Aneka Coffee Industry dengan Itochu Corp. asal Jepang menyepakati kontrak senilai US$275 ribu; serta PT Javanero dengan Javanusa asal Belgia menyepakati kontrak senilai US$1,2 juta.
Penandatanganan kontrak ini disaksikan Arlinda bersama Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Dody Edward, Direktur Eksekutif Organisasi Kopi Internasional atau International Coffee Organization (ICO) Roberio Silva, dan Ketua Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (Gaeki) Hutama Sugandhi. (gir/ags)