Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menjelaskan, pembentukan kedua holding BUMN ini bertujuan untuk memperkuat permodalan perseroan di bidang yang sejenis. Terlebih, pemerintah tak lagi menganggarkan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN di dalam Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.
"Itu nanti akan ada dua holding, yang pertama itu ship building and heavy industries, yang kedua adalah defence and aerospace. Itu kemudian bisa bekerja sama dan mencari pendanaan," jelasnya di JIExpo Kemayoran, Kamis (3/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian pula dengan enam BUMN yang bergerak di industri pertahanan dan pesawat udara, yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT Dahana, PT LEN Industri, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI), dan PT Industri Nuklir Indonesia (INUKI). Fajar memastikan keenam perseroan itu akan digabung menjadi satu entitas.
"Sudah mulai dibuat targetnya, tahun depan mau di-launch," kata Fajar. (ags/gen)