logo CNN Indonesia

Analisis

Menakar Setoran Emiten Konstruksi Pelat Merah ke Pemerintah

Dinda Audriene, CNN Indonesia
Senin, 20/03/2017 13:10 WIB
Pemerintah mengerek rasio jumlah dividen terhadap laba bersih (payout ratio) emiten konstruksi BUMN. Dana Rp740 miliar dikantongi pemerintah demi APBN. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Seluruh emiten konstruksi pelat merah menyetor lebih banyak dividen untuk tahun buku 2016 dari tahun sebelumnya. Pasalnya, pemerintah mengerek rasio jumlah dividen terhadap laba bersih (payout ratio) menjadi 30 persen dari 20 persen di tahun 2015.

Kenaikan dividen payout ratio emiten konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini jelas menguntungkan bagi negara karena mayoritas saham digenggam oleh pemerintah.

Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com, pemerintah mengempit 66 persen saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), kemudian di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), pemerintah memiliki saham sebesar 65 persen.

Selanjutnya, jumlah saham yang dimiliki pemerintah di PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) yakni masing-masing sebesar 51 persen.

Secara rinci, Waskita Karya memberikan dividen sebesar Rp513 miliar, 30 persen dari laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2016 Rp1,71 miliar. Payout ratio tersebut naik dari 20 persen di 2015.

Selain karena jumlah payout ratio naik, kenaikan laba bersih perusahaan sebesar 63,51 persen juga menjadi penyebab angka dividen naik.

Kemudian, Wijaya Karya sendiri berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp1,01 triliun pada 2016 atau naik 161,88 persen dari sebelumnya Rp625 miliar. Dividen yang dibagikan bagi pemegang saham untuk tahun buku 2016 yakni, Rp303,55 miliar.

Selanjutnya, pemegang saham Adhi Karya menyetujui pemberian dividen sebesar Rp94,03 miliar. Adhi Karya tetap mengikuti permintaan pemegang saham meski laba bersih perusahaan turun 32,4 persen menjadi Rp313,45 miliar.

Emiten terakhir, PTPP memberikan dividen sebesar Rp307 miliar dari laba bersih tahun 2016 Rp1,02 triliun. Sementara, perusahaan menentukan harga per lembarnya sebesar Rp49,52.

Menakar Setoran Emiten Konstruksi Pelat Merah ke PemerintahIlustrasi setoran dividen BUMN konstruksi kepada pemerintah. (CNN Indonesia/Asfahan Yahsyi)
Dengan demikian, jumlah dividen yang disebar oleh emiten konstruksi BUMN yakni, Rp1,21 triliun. Dengan kepemilikan pemerintah yang rata-rata 51 persen, maka sebagian besar dividen akan mengalir ke kas negara.

Jika dihitung lebih rinci sesuai porsi kepemilikan saham, maka pemerintah akan mendapatkan dividen sebesar Rp338,58 miliar dari Waskita Karya, Rp197,3 miliar dari Wijaya Karya, Rp47,95 miliar dari Adhi Karya dan PTPP menyetor 156,57 miliar.

Sehingga, total setoran dividen yang akan didapatkan pemerintah dari empat emiten konstruksi pelat merah tersebut mencapai Rp740,4 miliar. (gir/gen)

NEXT:
Antisipasi Setoran Pajak Seret
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Memerah BUMN, Menambal APBN
0 Komentar