logo CNN Indonesia

Home Credit Bernafsu Genjot Pembiayaan 152 Persen Tahun Ini

, CNN Indonesia
Home Credit Bernafsu Genjot Pembiayaan 152 Persen Tahun Ini Selain menambah jumlah mitra pembiayaan baru di sejumlah kota baru di Indonesia, Home Credit juga berencana masuk ke layanan pembiayaan online. (CNN Indonesia/Christine Nababan).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Home Credit Indonesia menargetkan pembiayaan sebesar Rp4,8 triliun pada tahun ini. Target tersebut setara dengan pertumbuhan 152,63 persen dari pencapaian pembiayaan 2016 sebesar Rp1,9 triliun.

Direktur Utama Home Credit Jaroslav Gaisler menjelaskan, perusahaan optimis dapat mencapai pertumbuhan tersebut karena Home Credit akan menambah titik distribusi penjualannya (point of sales/POS) sepanjang tahun ini. Ia bahkan sesumbar mampu mencapai pembiayaan Rp5,1 triliun, melampaui target yang ditetapkannya sendiri.

"Tahun lalu rata-rata toko mitra kami 3 ribu, sekarang 7 ribu. Sehingga, dengan menjaga produktivitas dan ekspansi ke beberapa kota dengan menambah jumlah mitra, meningkatkan target bukan hal yang mustahil," ucap Gaisler, Senin (20/3).

Menurut Gaisler, perseroan tidak memiliki target wilayah secara spesifik dalam merealisasikan rencana ekspansinya tahun ini. Hanya saja, perusahaan mencoba agar Home Credit dapat hadir lebih merata di berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, perusahaan juga tidak mematok pada mitra dengan ritel modern seperti, Lotte Mart, Hypermart, Trans Hello, atau Electronic Solution. Perusahaan juga membuka pintu kerja sama dengan beberapa toko ritel yang dikelola oleh keluarga pebisnis.

"Di kota-kota seperti Balikpapan dan Banjarmasin malah lebih banyak mitranya itu toko-toko tradisional, bukan mitra-mitra yang seperti kami display. Jadi kami memang tidak ada titik konsentrasi ke wilayah mana, tapi tersebar," paparnya.

Lebih lanjut Gaisler menjelaskan, target pembiayaan tersebut bukan hanya mengandalkan pelanggan baru. Namun, perusahaan juga berharap pelanggan lama melakukan transaksi kembali pada tahun ini dengan berbagai produk yang ditawarkan.

"Kan kami sudah punya pelanggan sekitar 750 ribu, jadi itu juga merupakan basis penjualan kami selain dari pelanggan baru," imbuh Gaisler.

Dominasi Telepon Genggam

Sementara itu, untuk komposisi portofolio pembiayaannya sendiri, diprediksi masih tetap sama dengan tahun lalu. Di mana telepon genggam memberikan kontribusi hingga 70 persen, kemudian 25 persen berasal dari elektronik lainnya, dan 5 persen perabot rumah tangga.

"Orang kan lebih sering ganti telepon genggam dibandingkan mesin cuci, jadi otomatis telepon genggam tetap yang paling banyak dibiayai dibanding elektronik lain," tandasnya.

Adapun, perusahaan juga terus mengembangkan skema pembiayaan online nya tahun ini. Rencananya, Home Credit akan menambah beberapa fitur dalam aplikasi tersebut. Meski begitu, perusahaan belum mau menargetkan penjualan secara besar-besaran dari penjualan online.

"Kami butuh waktu membuat platform yang nyaman bagi pelanggan. Jadi ekspektasi kami tidak tinggi, kami hanya menargetkan Rp100 miliar-Rp200 miliar dari target," tutup Gaisler. (gen)

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video