Masih tumbuhnya ULN Indonesia didorong oleh masih tumbuhnya ULN sektor publik (pemerintah dan Bank Indonesia), seiring menurunnya ULN sektor swasta atau korporasi.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menjelaskan, ULN sektor publik pada Februari 2017 tercatat sebesar US$162 miliar atau tumbuh 10,3 persen (yoy). Sementara itu, ULN sektor swasta pada Februari 2017 tercatat US$159,7 miliar atau turun 4,0 persen (yoy).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya pun menurut dia, akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal tersebut menurut dia, dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang berpotensi memengaruhi stabilitas makroekonomi.
ULN jangka panjang tersebut didomonasi oleh ULN sektor publik sebesar US$159,5 miliar atau 57,4% dari total ULN jangka panjang. Adapun ULN jangka panjang sektor swasta sebesar US$118,5 miliar atau mengambil porsi 42,6 persen.
ULN tersebut terdiri dari ULN sektor swasta sebesar US$41,2 miliar dan ULN sektor publik sebesar USD2,4 miliar.
Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir Februari 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, sektor industri pengolahan, sektor pertambangan, serta sektor listrik, gas dan air bersih.
"Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,6%," jelas Tirta.
Jika dibandingkan dengan Januari 2017, pertumbuhan tahunan ULN sektor industri pengolahan meningkat. Sementara itu, sektor listrik, gas dan air bersih melambat. Di sisi lain, ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan.