Selain itu, Jokowi juga memastikan ibu kota baru nantinya bebas dari macet. Pemerintah akan membangun transportasi massal dan infrastruktur bagi pejalan kaki dan pesepeda.
"Semuanya energi baru terbarukan. Transportasi massal semuanya elektric vehicle, autonomous vehicle, kendaraan pribadi juga autonomous. Banyak orang jalan kaki dan orang bersepeda," papar Jokowi, Jumat (24/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Jokowi juga akan memaksa pegawai negeri sipil (PNS) untuk pindah ke ibu kota baru. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tak hanya didominasi oleh Pulau Jawa.
"Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi di Jawa 58 persen. Pulau Jawa kan salah satu dari 17 ribu pulau yang kami miliki, masa semuanya ingin di Jawa semua," ucap Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
Jokowi sebelumnya juga menyebut telah memerintahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo untuk mensurvei para PNS yang bersedia pindah dan tidak ke ibu kota negara baru.
"Pindah semuanya langsung, tapi sudah saya perintahkan kepada MenPAN untuk melihat dulu, kira-kira yang ingin dan tidak pindah berapa persen. Kami harus tahu dong," kata Jokowi. (aud/sfr)