Alasan populer lain yang dikemukakan adalah adat kebiasaan yang sulit dilepas dari masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anehnya, 52 persen dari pengidap diabetes tersebut membatalkan puasa karena mengalami hipoglikemia atau glukosa dalam darah rendah.
"Ini terjadi karena 36 persen di antara mereka melakukan perubahan rejimen pengobatan sendiri, tanpa konsultasi dengan dokter," kata Manajer Medis Senior dari Novo Nordisk Indonesia, Luki Mulia.
Menurut Luki, pemakaian obat diabetes yang berlebihan saat sahur atau buka dapat mengurangi kandungan darah secara drastis. Pada siang hari, pengidap diabetes akan kekurangan gula darah.
Sementara itu, 36 persen responden mengaku terpaksa membatalkan puasa karena hiperglikemia atau kandungan gula darah tinggi. "Ini karena asupan makanan yang tidak tepat saat sahur atau berbuka," kata Luki.
Herry menekankan bahwa kondisi tubuh seseorang berbeda-beda. Untuk itu, Herry menyarankan para pengidap diabetes berkonsultasi kepada dokter paling tidak satu bulan sebelum berpuasa.
"Tidak perlu takut dilarang karena menurut penelitan Novo Nordisk, 36 persen dokter akan mendukung berpuasa dengan ketentuan tertentu," katanya.
(mer/mer)