Penelitian BPS itu berdasarkan survei terhadap 15 ribu orang, berusia 18 sampai 28 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidup dikelilingi banyak teman memang ideal, namun kenyataan itu berbanding terbalik dengan yang dilakukan orang-orang cerdas.
Peneliti BPS kembali menyimpulkan kalau sebagian besar orang-orang cerdas cenderung menyendiri, demi menemukan kebahagiaan hakiki dalam hidupnya.
Kebiasaan menyendiri itu bahkan juga dilakukan saat melakukan perjalanan wisata, yang bagi sebagian besar orang akan lebih seru jika dijalani bersama teman-teman.
Secara garis besar dapat dikatakan kalau orang-orang cerdas bisa berbahagia dengan caranya sendiri.
Dengan menyendiri, orang-orang cerdas juga akan menemukan kemandirian untuk menentukan kebahagiaannya.
Penelitian ini memang masih menimbulkan banyak pertanyaan, seperti apakah orang menjadi cerdas hanya dengan menyendiri, atau apakah orang cerdas cenderung tidak bisa bersosialisasi?
Yang pasti, sudah banyak blog, artikel dan buku yang menceritakan betapa mengesankannya melakukan perjalanan wisata seorang diri.
Salah satu yang menarik untuk dibaca ialah buku pengalaman perjalanan wisata berjudul The Turk Who Loved Apples: And Other Tales of Losing My Way Around the World yang ditulis oleh Matt Gross.
Apa pun yang hendak dicari selama melakukan perjalanan wisata seorang diri, jangan lupa untuk selalu memastikan keselamatan dan kenyamanan diri selama bepergian.
(ard)