logo CNN Indonesia

Peninggalan Bumi Blambangan

Adhi Wicaksono , CNN Indonesia
Senin, 19/06/2017 12:05 WIB
Artikel belum tersedia
<p>Sejarah Banyuwangi tidak lepas dari sejarah Kerajaan Blambangan. Blambangan merupakan kerajaan bercorak Hindu terakhir di Pulau Jawa. Kerajaan ini lahir pada 1295, dua tahun setelah Majapahit berdiri.</p>
<p>Muncar, merupakan salah satu kecamatan di Banyuwangi. Selain sebagai bandar ikan laut terbesar ke-dua setelah Bagan Siapi-api, Riau, kecamatan ini juga merupakan sentra penghasil semangka. </p>
<p>Nama 'muncar' punya berbagai versi, salah satunya yang berasal dari dua kata, yaitu 'monco' (bahasa Jawa) dan 'mancah' (bahasa Madura) yang artinya bermacam-macam. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa penduduk di Muncar adalah pendatang dari berbagai suku atau ras.</p>
<p>Di Indonesia, batik sudah menjadi bagian dari salah satu budaya bangsa yang turun temurun, begitu juga batik khas Banyuwangi. Batik Banyuwangi dikenal memiliki motif Gajah Oling, yang sarat flora fauna dan berwarna cerah. Di zaman dulu, pemakaiannya pun menggambarkan status pemiliknya.</p>
<p>Mbah Kulsum, salah satu perajin batik khas Banyuwangi. mendapat keterampilan membatik dari orang tua sejak masa kecil. Hingga kini Mbah Kulsum tak pernah absen membatik setiap pagi diperkarangan rumahnya.</p>
<p>Tercatat lebih dari 45 batik asli Banyuwangi. Seiring berkembangnya zaman, banyak motif yang modern. Namun sebagai warisan budaya, motif dasar atau motif lawasan alias tetap dipertahankan hingga saat ini.</p>
<p>Seiring majunya industri batik di Banyuwangi, pemerintah daerah setempat juga turut mendukung dengan mengikutsertakan batik Banyuwangi dalam berbagai ajang bergengsi.</p>
<p>Berbicara mengenai batik khas banyuwangi, tidak bisa dilepaskan dari Suku Osing di Desa Kemiren. Warga Osing menciptakan aneka ketrampilan tangan bernilai seni tinggi, salah satunya motif batik Gajang Oling, yakni motif belalai gajah berwarna biru.</p>
<p>Suku Osing adalah penduduk asli Banyuwangi atau juga disebut sebagai 'wong Blambangan. Predikat Osing dilekatkan kepada masyarakat Blambangan karena kecenderungan mereka menarik diri dari pergaulan dengan masyarakat pendatang pasca perang Puputan Bayu.</p>
<p>Beda suku beda bahasa. Suku Osing pun mempunyai bahasa sendiri dalam kehidupan sehari-hari, yang merupakan turunan langsung dari Bahasa Jawa kuno. Hingga kini, masyarakat Osing tetap mempertahankan sejumlah tradisi di masyarakatnya, diantaranya Tradisi Koloan Selametan, Nginang, Mape Kasur dan Barong Ider Bumi.</p>
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Wisata ‘Cap Halal’ Banyuwangi
Foto Lainnya
0 Komentar
Terpopuler
CNN Video