Presiden Jokowi mengemukakan hal tersebut usai bersilaturahmi dan menyerahkan hewan kurban di Kantor Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/8).
"Inpres sudah, sudah (ditandatangani). Yang paling penting adalah penanganannya secara nasional, telah kita kerjakan bersama provinsi dan kabupaten," ujar Presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mengupayakan penanganan maksimal bagi para korban gempa yang terjadi di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Saat ini, pemerintah pusat fokus pada upaya memperbaiki kerusakan tempat tinggal.
"Kita masih pada tahapan-tahapan terutama yang berkaitan dengan penyampaian untuk bantuan yang rusak berat, sedang, dan ringan. Masih pada proses administrasi secara besar-besaran, ini menyangkut prosedur," katanya.
Terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut gembira hadirnya Inpres. Sebab, kementerian dan lembaga pemerintah lainnya bisa bergerak dengan leluasa untuk membantu korban bencana.
"Dalam situasi seperti ini, kita semua harus bergerak cepat. Penanganan korban gempa menjadi prioritas kita. Juga memulihkan sektor pariwisata Lombok agar bisa bangkit kembali," tuturnya.
Menurut Arief, disaat seperti ini semangat kebersamaan sangat dibutuhkan.
"Semua rakyat Indonesia pasti merasakan duka yang sama. Oleh sebab itu, kita pun harus bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di Lombok," paparnya.
Dijelaskannya, Kementerian Pariwisata telah jauh-jauh menurunkan tim Crisis Center untuk membantu para korban, juga memberikan panduan bagi para turis.
"Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata ini mempunyai tugas untuk membantu pemulihan kondisi korban, juga memberikan informasi yang akurat kepada turis yang ada," papar Arief. (stu)