Semakin hari Seine-Saint-Denis semakin semarak. Banyak bar, kedai kopi, butik dan restoran lokal yang dibuka. Pengunjungnya kebanyakan anak muda yang memiliki konsep hidup independen dan antimainstream.
Lihat juga:Lokasi 'Peternakan' Hipster di Jepang |
Soukmachines merupakan komunitas yang membantu mengubah rupa dan kesan di Seine-Saint-Denis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara demi acara semakin sering digelar. Anak muda yang tadinya membuka lapak jadi membuka tempat usaha di sini.
Kaum hipster seakan memberi Seine-Saint-Denis napas baru.
Salah satu anak muda yang membuka lapak toko bunga di Seine-Saint-Denis, Paris, Perancis. (AFP PHOTO / Thomas SAMSON) |
"Kawasan ini menjadi area bertemunya orang-orang kreatif. Ada banyak tempat untuk bertukar pikiran. Kami merasa sangat produktif di sini," kata Franck Cardinal, seniman dan arsitek yang membuka studio di salah satu sudut Seine-Saint-Denis.
Tak cuma kaum hipster, penduduk lokal juga merasa senang dengan identitas baru Seine-Saint-Denis.
Pemerintah Montreuil daerah juga turut mendukung perubahan yang lebih baik itu.
"Kawasan ini penuh dengan anak muda yang memiliki banyak ide segar. Mereka mengubah bangunan tua menjadi studio untuk berkarya. Kami ingin semakin banyak anak muda yang meramaikan kawasan ini," kata Mireille Alphonse, salah satu perwakilan pemerintah daerah Montreuil.
Lihat juga:8 'Surga' Kaum Hipster di Moskow |
Salah satu anak muda yang membuka lapak toko bunga di Seine-Saint-Denis, Paris, Perancis. (AFP PHOTO / Thomas SAMSON)