'Benzema Tidak Dipilih, Bukan Dihukum'

Ahmad Bachrain
Rabu, 13/07/2016 21:45 WIB
Presiden FFF, Noel Le Graet mengatakan, Karim Benzema (kedua dari kanan), tidak dihukum. Ia tak dipilih oleh pelatih Perancis, Didier Deschamps. (REUTERS/Eric Gaillard)

Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus Karim Benzema yang dihukum larangan tampil di timnas Perancis kembali mencuat setelah Les Bleus gagal juara Piala Eropa 2016. Sejumlah pihak di Perancis menilai absennya Benzema menyebabkan Perancis tampil kurang trengginas sehingga hanya sampai final.

Pada laga final Piala Eropa 2016, Minggu (10/7) lalu, Perancis kalah dari Portugal 0-1. Les Bleus yang lebih diunggulkan pun harus gigit jari melihat trofi digondol Selecao ke negara mereka.

Masa hukuman Benzema pun kembali dipertanyakan publik sepak bola Perancis. Presiden Federasi Sepak Bola Perancis (FFF), Noel Le Graet, lantas menerangkan sanksi yang diberikan kepada Benzema.

Dalam konferensi pers yang digelar Selasa (12/7), Le Graet mengatakan, tak ada sanksi terhadap Benzema. Untuk itu, menurutnya tetap ada kemungkinan ia bisa kembali bersama Les Bleus.

"Ia (Benzema) tidak dihukum seumur hidup," ucapnya seperti dikutip Marca.

Menrutnya, kasus pemerasan terhadap rekanya di timnas Perancis, Mathieu Valbuena, beberapa waktu lalu, masih terus berjalan. "Kami harus tetap melihat perkembangannya dari waktu ke waktu," ucap Le Graet.

Le Graet menambahkan, pelatih Perancis, Didier Deschamps, memang tidak memilihnya bergabung bersama Les Bleus. "Pelatih (Deschamps) memilih untuk tidak menyertakannya, tapi ia tidak dihukum (larangan merumput di timnas Perancis)," ujar Le Graet.

"Ia memilih untuk meninggalkannya (Benzema) demi keharmonisan dalam tim."

Sebelumnya, Benzema berkomentar bahwa ada tekanan segelintir elite di Perancis yang membuat Deschamps tak bisa memboyongnya. Pemain keturunan Aljazair bahkan menuduhnya hal itu karena ada diskriminasi ras. "Ia tunduk terhadap tekanan dari sebagian orang Perancis yang rasis," ujar Benzema beberapa hari jelang digelarnya Piala Eropa 2016.

"Ia harus tahu bahwa di Perancis, partai ekstremis mampu melaju di putaran kedua pemilihan umum."

Menurut pemain yang mencetak 28 gol bersama timnas Perancis musim ini, tak ada alasan dirinya tidak masuk skuat timnas Perancis. "Dalam aspek olahraga, saya tidak mengerti alasannya," tutur Benzema. (bac)

ARTIKEL TERKAIT
ARTIKEL LAINNYA
0 Komentar