Ketika negara-negara Eropa berpesta bola pada tengah tahun ini, keriuhan terjadi nyaris di seluruh dunia dan bahkan nun jauh di Indonesia. Label 'beda negara' tak menjadi halangan bagi negara-negara Asia atau Afrika memberikan dukungan pada tim nasional yang berasal dari Benua Biru.

Kesuksesan Piala Eropa dalam menjangkau berbagai pelosok dunia ini semula tak terbayangkan oleh para pendirinya.

Kompetisi ini bahkan tergolong terlambat lahir, tepatnya pada 1960 atau tiga dekade setelah Piala Dunia untuk kali pertama digelar. Saat itu sepak bola sudah menjamur ke berbagai belahan Eropa dan melahirkan beberapa klub dan tim nasional yang melegenda.

Ide pembentukan Piala Eropa sendiri sudah muncul sejak 1927, atau hampir bersamaan ketika otoritas sepak bola dunia, FIFA, melahirkan konsep Piala Dunia. Henry Delauney, salah seorang petinggi FIFA yang kemudian jadi Sekretaris Jenderal UEFA pertama, menjadi sosok yang terus menggaungkan ide perlu adanya kompetisi level benua baik bagi negara maupun klub.

Bersama dengan petinggi federasi sepak bola Austria, Hugo Meisl, Delauney pun mengirimkan proposal kepada FIFA tentang rancangan kompetisi itu.

Tapi ide Delauney tak bisa buru-buru diwujudkan. FIFA lebih berkonsentrasi pada penyelenggaraan Piala Dunia dan pada akhirnya mimpi Delauney terkubur selama tiga puluh tahun.

Di masa-masa itu, benua-benua lain telah menggelar ajang dengan format serupa. Selain karena penolakan sementara FIFA, ada hal lain yang membuat Piala Eropa terlambat lahir. Selain harus menyatukan opini-opini yang bertentangan dari negara-negara Eropa, ada ketakutan bahwa kompetisi semacam itu akan mengancam status Piala Dunia.

Apalagi saat itu benua Eropa memang telah menasbihkan diri sebagai kiblat sepak bola dunia.

Kesempatan mewujudkan Piala Eropa mendapatkan jalan ketika UEFA terbentuk pada 15 Juni 1954. Di kongres umum pertamanya, Delauney lagi-lagi menegaskan pentingnya memiliki kompetisi yang terbuka untuk semua asosiasi sepak bola Eropa.

Delaunay kemudian membentuk komite beranggotakan tiga orang yang akan meninjau format Piala Eropa agar tak mengancam Piala Dunia. Pria yang juga menjadi pelopor Piala Dunia itu pun bersikeras agar jumlah pertandingan Piala Eropa dibatasi.

Tapi sebelum bisa melihat keinginannya terwujud, Delaunay tutup usia pada 1955. Mimpinya kemudian diteruskan oleh putranya, Pierre, yang juga ambil bagian di Komite Organisasi Piala Bangsa-Bangsa Eropa.

Setelah tercapai kesepakatan bahwa Eropa akan menggelar turnamen antar-negara, kompetisi itu kemudian diberi nama Piala Henry Delaunay sebagai penghormatan atas jasa-jasa Delauney.

Kualifikasi Piala Eropa pertama diikuti oleh separuh anggota UEFA, yaitu 17 negara, atau memenuhi syarat minimum penyelenggaraan turnamen sebanyak 16 negara. Pertandingan pertama yang mempertemukan Uni Soviet dan Hungaria di Stadion Sentral Moskow menarik hingga lebih dari 100 ribu orang untuk datang menyaksikan langsung.

Turnamen pertama digelar selama 22 bulan antara 1958 dan 1960, dengan partai final dimainkan di Paris pada 10 Juni 1960.

Uni Soviet yang kala itu dibela kiper legendaris Lev Yashin menjadi juara pertama dengan menundukkan Yugoslavia 2-1 di partai pamungkas.

Setelahnya, Piala Eropa terus digelar empat tahun sekali dan melahirkan berbagai momen-momen menarik sebagai berikut:

Ledakan Dinamit Denmark di 1992 – Semula hanya menjadi pengganti Yugoslavia, Denmark yang dibela Michael Laudrup secara mengejutkan menjadi juara.
Juara di Format Baru – Pada 1996, untuk kali pertama putaran final Piala Eropa diikuti oleh 1996. Hal ini disebabkan terutama setelah negara-negara Eropa Timur terpecah sehingga negara anggota UEFA bertambah. Jerman juara di turnamen itu.
Mengawinkan Piala Dunia dan Piala Eropa – Pada 2000, Perancis yang dipimpin Zidane menjadi negara pertama yang mengawinkan gelar Piala Dunia dan Piala Eropa.
Sang Kuda Hitam Juara – Dengan mengandalkan gaya bertahan total, Yunani yang tidak diunggulkan secara mengejutkan mampu jadi juara dan mengalahkan tuan rumah Portugal.
Puasa Empat Dekade – Spanyol mengakhir puasa gelar mereka di turnamen level internasional selama 44 tahun dengan merebut Piala Eropa 2008.