Hasil produksi Sunil Soraya melalui rumah produksi Soraya Intercine Films dengan menggaet Rizal Mantovani sebagai sutradara ini menghadirkan bintang-bintag seperti Herjunot Ali, Raline Shah, Arifin Putra, Fedi Nuril, Hamish Daud, dan juga Paula Verhoeven.
Kisah dimulai dari pertemuan Dimas dan Reuben, yang diperankan oleh Arifin dan Hamish, yang bertemu di Washington D.C., yang tidak disangka pertemuan ini membawa mereka untuk hidup bersama dan juga berikrar untuk membuat karya bersama sepuluh tahun kemudian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu tokoh lagi, yaitu sang Bintang Jatuh direpresentasikan oleh seorang peragawati papan atas bernama Diva, yang memiliki profesi sampingan sebagai pelacur kelas atas dan kehidupan yang misterius.
Sesuai komentar banyak orang tentang kerumitan bukunya, film ini cukup rumit dan berbeda dengan film Indonesia kebanyakan. Banyak kata-kata yang asing terdengar oleh telinga para penonton, terutama dengan penuturan dan pertanyaan tentang kehidupan dari para karakter dalam film ini.
Banyak juga digunakan animasi dan special effect untuk menggambarkan hal-hal yang hanya bisa digambarkan melalui animasi, namun sayangnya penggambaran ini belum maksimal. Mereka yang mengatakan bukunya cukup membingungkan, menonton filmnya pun tidak jauh berbeda, meskipun banyak filosofi-filosofi tentang kehidupan yang dapat dipetik dari film ini.
Bagi yang penasaran seperti apa adaptasi Sunil dan Rizal akan karya Dee, Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh dapat ditonton di bioskop mulai 11 Desember 2014.