Meski demikian, hujan nyatanya tak menyurutkan kemeriahan perhelatan akbar insan jazz tanah air tersebut. Pengunjung tetap ramai berdatangan sejak sore. Para artis pun siap dan mantap menampilkan karya terbaik mereka.
Salah satunya adalah gitaris muda Indonesia yang mendunia, Tesla Manaf. Walau udara dingin dan sedang terserang pilek, Tesla menunjukkan permainan gitarnya yang apik di atas panggung Lawu Accoustic Java Jazz.
Sayang, ia tak dapat melanjutkan permainannya. Bukan karena hujan, melainkan karena sakit. Ia pun berpamitan dengan penonton usai lagu kelimanya, Tales from The Undeniable Thought. Musisi muda yang masih kuliah di Bandung itu lantas turun dari pentas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari tadi saya srat sret srat sret melulu, keluarin ingus dulu kali ya biar enak," kata pemuda dengan pembawaan menggemaskan itu seraya memberikan cengiran kecil sebelum turun dari panggung.
Saat kembali ke panggung, penonton kembali dibawa ke alam yang berbeda lewat alunan musik akustik progresifnya. Tesla kembali membawakan beberapa lagu dari album terbarunya yang bertajuk A Man’s Relationship with His Fragile Area. Album tersebut dirilis MoonJune Records di New York, Amerika Serikat pada 27 Desember 2014 lalu.
Ia ditemani oleh tiga musisi lain yang masing-masing memainkan drum set, gitar bass, juga seorang musisi yang meniup sejumlah instrumen musik tiup.
"Terima kasih banyak untuk semua yang hadir. Dan doakan, semoga akhir tahun ini saya akan tur lagi di Amerika," tutur Tesla sebelum menutup aksi ciamiknya di sore hari itu. (chs/chs)