“Saat saya bekerja untuk Nikkatsu Studios, film King Kong ditayangkan di Kyoto dan saya tak pernah bisa melupakan film itu,” kata Eiji sebagaimana dikutip laman Godzilla.Wikia.
Sekalipun kedengaran mengawang, toh tercapai juga cita-cita pria kelahiran Sukagawa, Fukushima Prefecture, Jepang, 7 Juli 1901. Dialah kreator di balik film Godzilla (1954) dan Ultraman (1966).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang kariernya, salah satu sutradara yang memiliki kecakapan efek spesial ini telah memproduksi lebih dari 250 film bergaya Tokusatsu atau film aksi live khas Jepang.
Karakter Godzilla dan Ultraman diperankan aktor berkostum khusus. Kedua film ini dianggap sebagai pionir dalam menebarkan visi Jepang di genre yang didominasi Amerika Serikat.
Tsuburaya Productions yang dibangun Eiji pun menjadi industri yang sangat berkembang. Lanskap fiksi ilmiah, fantasi, dan sinema pun berubah gara-gara Godzilla dan Ultraman.
Film itu jugalah yang menginspirasi generasi berikut di berbagai negara, dari Power Rangers, Gorgo, Reptilicus, Yonggary, The Super Inframan, The Mighty Peking Man, sampai Pacific Rim.
Kemampuan sang inovator efek spesial dalam menampilkan monster penghancur gedung, pesawat dan tank dalam balutan fiksi ilmiah, fantasi dan horor disebut-sebut paling maju di eranya.
Film Godzilla versi anyar. (CNNIndonesia Internet/Courtesy of Warner Bros. Picture - © 2014 Legendary Pictures Funding, LLC and Warner Bros. Entertainment Inc) |
Dalam doodle versi animasi yang dibuat oleh doodler Jennifer Hom dan Mark Holmes digambarkan langkah-langkah rumit pembuatan film monster, sebab tanpa kecanggihan computer-generated imagery (CGI).
Demi menggarap doodle kali ini, Jennifer khusus mengunjungi Tsuburaya Productions. Tentu saja ia bersuka cita, apalagi ia memang pencinta film, juga pemerhati seni Tsuburaya.
“Benar-benar beruntung bisa mengunjungi studio itu demi proyek kali ini,” kata Jennifer. “Pasca kunjungan, saya merangkum doodle yang mampu menampilkan betapa rumit pembuatan Tokusatsu.”
Semula, Jennifer ingin membuat doodle dalam format game, namun urung. Akhirnya disepakati format animasi tentang langkah-langkah pembuatan film bertema monster.
Animasi tersebut dipersembahkan kepada suami Masano Araki yang tutup usia di usia 68, pada 25 Januari 1970. “Intinya,” kata Jennifer, “kami ingin membuat si raksasa keji menarik sekaligus Googley.”
[Gambas:Youtube] (vga/vga)
Film Godzilla versi anyar. (CNNIndonesia Internet/Courtesy of Warner Bros. Picture - © 2014 Legendary Pictures Funding, LLC and Warner Bros. Entertainment Inc)