Bintang Legally Blonde tersebut mengisahkan pengalaman tersebut saat ia berkesempatan memberikan pidato dalam acara The Elle Women in Hollywood, Senin (16/10) malam.
“Ini menjadi pekan yang amat berat bagi wanita di Hollywood, bagi wanita di seluruh dunia,” kata Witherspoon membuka pidatonya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“[Saya merasa] benar-benar jijik kepada sutradara yang menyerang saya ketika saya 16 tahun dan marah kepada agensi juga produser yang membuat saya merasa diam adalah bagian dari pekerjaan saya,” ungkap Witherspoon.
Bintang Walk the Line tersebut mengaku kisah yang banyak terungkap selama beberapa hari terakhir menggerakkan dia untuk berbicara, dan mengakui sebagai salah satu penyintas dalam sunyi atas kejadian tersebut.
“Saya merasa tidak lagi merasa sendiri pekan ini dibanding yang pernah saya rasakan sepanjang karier saya,” kata Witherspoon.
Ia juga menyampaikan telah berbicara kepada banyak aktris, penulis, terutama kaum Hawa yang memiliki pengalaman sejenis dan banyak dari mereka dengan berani mengakui pengalaman pahit tersebut.
“Kebenaran itu amat menggembirakan bagi sata dan semua orang di dunia ini karena Anda hanya dapat sembuh dengan mengatakan yang sebenarnya,” kata ibu tiga anak tersebut.
Korban pelecehan Hervey Weinstein. (CNN Indonesia/Timothy Loen) |
Ia juga menyebut, terutama kepada para penyintas, bahwa ia dan semua yang pernah mengalami akan menjadi sosok baru. Dukungan kepada penyintas pelecehan seksual diakui Witherspoon menguatkan dari segi moril.
“Ini membuat saya sedih dengan mengatakan hal ini. Namun saya akan lalai bila tidak mengatakannya.” tutup Wiherspoon, seperti dikutip dari People.
Korban pelecehan Hervey Weinstein. (CNN Indonesia/Timothy Loen)