Itu dilakukan sebagai antisipasi terhadap kriminalitas, setelah terjadinya pembunuhan di sebuah festival musik di Las Vegas yang tahun lalu menewaskan samnpai 58 orang. Dengan drone, mereka yakin bisa punya lebih banyak 'mata' di kerumunan.
"Drones akan beterbangan mengawasi perimeter-perimeternya. Butuh beberapa menit untuk mengirim petugas ke batas perimeter tapi drone bisa [menempuhnya] hanya dengan 45 detik," kata Sersan Dan Marshall dari Kepolisian Indio, seperti dikutip LA Times.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Drone itu juga akan membuat kami bisa memonitor trafik lebih baik dari sebelumnya."
Ini merupakan pertama kalinya drone digunakan sebagai 'mata' kepolisian dan agen federal untuk sebuah konser. Menurut kepolisian, itu lebih murah dan mudah dioperasikan.
Coachella yang berlangsung di California, Amerika Serikat merupakan festival musik luar ruang yang terselenggara selama dua akhir pekan, sejak Jumat (13/4) malam. Diprediksi akan ada 125 ribu orang hadir setiap harinya. Mereka juga akan bertenda di tanah lapang.
Tahun lalu pengunjung festival itu meningkat, yang menandakan jumlah petugas juga harus bertambah. Peningkatan paling tinggi di area kamping Sahara. Polisi pun menjaga 24 jam.
Sejauh ini Coachella tidak disebut Departemen Keamanan Dalam Negeri AS sebagai target utama tindak kriminal. Namun Kepolisian Indio tetap menjadikannya prioritas. Mereka punya empat aturan jelas: jangan membawa obat-obatan, drone, senjata, dan binatang peliharaan, seperti dikutip LA Times. (rsa)