Avengers: Infinity War diketahui menguasai mayoritas layar di Korea Selatan, yang tercatat sebagai salah satu pasar berharga bagi film Hollywood.
Mengetahui fakta tersebut, parlemen Korea Selatan kemudian berencana membuat sebuah Undang-undang baru yang mencegah kejadian Infinity War berikutnya di layar lebar Korea.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada tahap ini, langkah-langkah hukum dan institusi atas monopoli layar sepertinya diperlukan," lanjutnya.
Selama itu pula, pertarungan pahlawan Marvel melawan Thanos pun mencetak rekor. Infinity War sukses mendapatkan cuan US$6,5 juta pada hari pembukaan, atau lebih dari satu juta tiket terjual.
Pun Infinity War juga menjadi film dengan tiket paling laris untuk layar IMAX dan 4DX di Korea Selatan.
Secara umum di Korea Selatan, film yang disutradarai kakak beradik Anthony Russo dan Joe Russo itu menguasai 85 persen layar di Korea Selatan. Avengers: Infinity War pun menyumbang 95% dari total box office akhir pekan.
Avengers: Infinity War juga tercatat bertengger di 978 layar milik jaringan CGV, 773 layar milik Lotte, dan 577 layar milik Megabox. Capaian ini lah yang membuat parlemen Korea Selatan khawatir atas monopoli film Hollywood.
Sementara film lokal, Intention bertengger di posisi kedua dengan raihan satu persen dari total box office pekan ini. Intention merupakan merupakan film dokumenter tentang kapal feri Sewol yang tenggelam.
Diberitakan Variety, Intention mendapatkan keuntungan sebesar US$3,7 juta atau setara dengan Rp51 miliar setelah tiga minggu penayangan. Pendapatan yang sangat kontras bila dibandingkan Avengers: Infinity War. (end)