Reynolds menyebut Deadpool dan sosok di balik 'pahlawan super' comel itu, Wade Wilson adalah panseksual-sebutan bagi mereka yang tertarik pada seseorang terlepas dari gender. Suatu hari, kata Reynolds, ia ingin mengeksplorasi sisi seksualitas itu.
Bagi sang suami Blake Lively ini, memunculkan karakter itu dalam sebuah film berarti merepresentasikan dan merefleksikan dunia sesuai kenyataan yang ada saat ini.
"Yang menarik dari Deadpool, kami boleh melakukan hal-hal yang tidak dilakukan film pahlawan super lain. Itu [pendalaman seksualitas karakter] adalah sesuatu yang ingin saya lihat, terutama melalui Wade, tentu saja dalam semesta ini, karena itu sesuatu yang memang sedang kami gali lagi," tutur Reynolds saat ditanya kemungkinan adanya karakter LGBT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang aktris yang memerankannya, Brianna Hildebrand pun mengakui hal itu. Ia bahkan meminta langsung pada produser agar membiarkan karakternya, dengan kecintaannya pada sesama jenis, untuk tampil apa adanya dan tidak menjadi masalah bagi jalan cerita keseluruhan.
Pembangunan karakter Negasonic Teenage Warhead sendiri sudah dilakukan dalam Deadpool 2.
Lalu bagaimana ia akan mendalami seksualitas Wade Wilson?
Reynolds saat itu juga menyebut, kalau pun Deadpool berlanjut, ia akan berkembang menjadi X-Force, kelompok yang dibentuknya di Deadpool 2. Namun, X Force takkan jadi Avengers.Lihat juga:Jason Mraz Blak-blakan soal Biseksual |
"X-Force terdiri atas orang-orang yang lebih adaptif. Mereka adalah orang-orang yang akan melakukan pekerjaan yang tak akan, atau tak bisa dilakukan X-Men. Jadi kalian berurusan dengan sekumpulan laki-laki dan perempuan yang, kalian tahu, tidak memiliki kompas moral yang kuat seperti Avengers atau X-Men," demikian Reynolds berkata menjelaskan. (rsa)