Lala, sapaan akrab Sheila bahkan menuturkan, bukan tidak mungkin film yang bekerja sama dengan anak perusahaan 20th Century Fox Film Corporation itu tayang di negara lain.
"Negara lain akan mengikuti. Untuk distribusi di luar Indonesia diurus Fox International Productions," kata Lala kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, Selasa (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lala sudah memegang jadwal tayang untuk Malaysia dan Singapura. Katanya, Wiro Sableng baru tayang di sana setelah rilis di Indonesia pada 30 Agustus mendatang. Tanggal pastinya, ia belum membocorkan. Yang pasti nantinya film itu bisa merambah sampai ke luar Asia.
Wiro Sableng merupakan film yang diadaptasi dari cerita Bastian Tito. Dahulu, Wiro Sableng yang juga terkenal dengan karakter Sinto Gendeng, sudah pernah dijadikan sinetron dan film. Kali ini Lala memproduksinya ulang dengan sentuhan yang lebih canggih.
[Gambas:Youtube]
Karakter jahat, Mahesa Birawa (Yayan Ruhian) dan Kalingundil (Dian Sidik) pun ditampilkan.
Selain aksi yang patut dinanti, cuplikan Wiro Sableng juga mengandung warna yang menarik, terasa sangat komik. Lala menjelaskan, soal itu ia sudah memikirkan sejak awal.
"Ketika menulis cerita kami tidak hanya membuat naskah untuk satu film, tapi juga membuat universe atau dunia Wiro dulu. Hal itu diterjemahkan ke semua lini, mulai dari karakter, adegan laga, desain produksi sampai warna," kata Lala memaparkan.
Detail yang semua dikerjakan sineas Indonesia itu dipuji Fox International Productions, anak perusahaan 20th Century Fox Film Corporation yang digandeng Lifelike Pictures. (rsa)