Pengganti Charlie Hunnam itu menjadi bintang utama di ketiga film yang diadaptasi dari novel erotis karya E.L. James, memerankan karakter seorang pria kaya-raya yang memiliki obsesi seksual terselubung.
Dornan menyebutkan, sekalipun dirinya mengakui kesuksesan film tersebut, namun ternyata ia tak menikmati popularitas yang menyertai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Film merasakan apa yang ingin dirasakan dan sayangnya, itu tak seberapa menguntungkan. Tetapi mereka menghasilkan banyak uang, dan itu bisa dimaklumi," ujar Dornan.
"Namun berbicara atas nama saya sendiri, dan juga Dakota [Johnson, pemeran Anastasia Steele], itu hanya pekerjaan biasa," lanjutnya.
Buru-buru Dornan menjelaskan, bukannya dirinya tak menyukai Fifty Shades of Grey. "Film itu sudah memberi banyak sekali... Itu hal gila, sungguh gila untuk terlibat di dalamnya," katanya.
Foto: REUTERS/Stefanie LoosMemicu pro dan kontra, trilogi Fifty Shades of Grey berhasil membuka sisi lain yang selama ini kerap dianggap tabu. |
"Secara skala, film itu besar sekali, begitu diterima masyarakat dan banyak yang menyukainya. Sebagai sebuah pengalaman hidup, saya senang menjalaninya. Walaupun sekarang rasanya sudah berlalu," tuturnya.
Dornan pun memberi gambaran bagaimana dirinya dan Johnson bekerja keras demi memuaskan penggemar.
"Penggemar sudah menghabiskan banyak waktu menunggu buku berikut, atau film lanjutannya. Dakota dan saya tetap melakukannya, melakoni berbagai promosi dan menyadari dirimu berada di tengah histeria. Lalu tiba-tiba semua hilang!" ungkap aktor yang juga turut berperan dalam Robin Hood ini.
"Itu satu waktu yang aneh sekali, tetapi tanpa itu [Fifty Shades of Grey], saya tidak akan mengerjakan Anthropoid, saya tak akan ada di A Private War," kata Dornan, menyebut dua judul film yang diterimanya setelah berhasil dalam Fifty Shades of Grey. (rea/rea)
Foto: REUTERS/Stefanie Loos