"Film ini Indonesia banget, ada Tatjana [Saphira] jadi penyanyi dangdut, saya jadi penjahat kelas teri, Jefri [Nichol] anak skateboard, terus Joe [Taslim] sebagai polisi yang diikuti kameramen. Ini semua jadi satu," katanya kepada CNNIndonesia.com.
Chandra melanjutkan, film itu menampilkan perjuangan seorang polisi, kriminal kelas teri, penyanyi dangdut, dan pemain skateboard menyelesaikan satu masalah yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hit & Run mengisahkan polisi selebriti bernama Tegar Saputra (diperankan oleh Joe) yang ke mana-mana selalu diikuti kamera karena memiliki acara reality show sendiri.
Selain bersama Lio, Tegar juga ditemani Meisa (Tatjana Saphira) seorang penyanyi dangdut dan Jefri (Jefri Nichol) seorang pemain skateboard.
Lihat juga:5 Film Indonesia yang Tayang Lebaran |
Film yang digarap sutradara Ody C Harahap itu disebut berbeda dibanding film laga komedi lainnya. Menurutnya, porsi antara laga dan komedinya disajikan secara seimbang.
"Kebanyakan film laga komedi, level antara keduanya tidak sebanding. Ada laga yang disengajain lucu, dan itu seperti menghilangkan logika dari apa yang terjadi demi kepentingan komedinya," ia menjelaskan lebih lanjut.
"Sementara kami coba menyuguhkan adegan laga yang seperti berantem beneran, bukan dikomedikan. Ada sisipan komedi, tapi bentuknya situasional dan datang dari keunikan karakternya," paparnya lagi.
Hit & Run menjadi salah satu film Indonesia yang tayang selama musim Lebaran tahun ini. Ia berhadapan dengan sejumlah film Indonesia baru seperti Si Doel the Movie 2, Single Part 2, Kuntilanak 2, serta Ghost Writer. (agn/rsa)