"Halo, saya Daesung. Pertama-tama, saya ingin meminta maaf karena menyapa semua karena permasalahan ini sementara saya masih menjalani wajib militer yang membuat khawatir banyak orang," ucap Daesung melansir Soompi, Jumat (26/7).
Hal ini disampaikan menyikapi pemberitaan saluran 'A' yang melaporkan terjadi bisnis prostitusi dalam gedung delapan lantai milik Daesung tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, lantai delapan yang terdaftar sebagai studio foto dilindungi dengan pagar besi dan tidak bisa diakses masyarakat umum.
Daesung mengakui bangunan yang disebut dalam pemberitaan tersebut memang terdaftar atas namanya. Ia membeli gedung itu pada 2017 seharga 31 miliar won atau sekitar Rp367,9 miliar.
Bangunan yang terletak di pusat kawasan Gangnam ini bisa menghasilkan 100 miliar won atau sekitar Rp1,187 triliun per bulan hanya dari hasil sewa.
Daesung (pertama dari kanan) mengaku tak tahu menahu soal praktik ilegal yang terjadi di dalam gedung miliknya. (dok. BIGBANG via Facebook) |
"Saya langsung menjalani wajib militer tak lama setelah membelinya. Saya meminta maaf atas kelalaian mengatur bangunan tersebut," kata Daesung, kembali meminta maaf.
"Saat membeli gedung, bisnis itu sudah di sana dan saya tak tahu bisnis yang dilakukan adalah ilegal," lanjutnya.
Oleh sebab itu, ia mengatakan akan mengambil langkah hukum setelah mengetahui gedungnya digunakan untuk bisnis ilegal. Menurutnya, hal itu perlu segera dilakukan selaku pemilik gedung.
"Saya minta maaf karena terlambat menyadari hal itu. Saya akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini. Terima kasih," ucap Daesung.
[Gambas:Video CNN] (chri/rea)
Daesung (pertama dari kanan) mengaku tak tahu menahu soal praktik ilegal yang terjadi di dalam gedung miliknya. (dok. BIGBANG via Facebook)