Presiden Direktur Neutron Live Asia Rendy mengatakan, sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial bahwa Musi Event sebagai promotor lokal mengeluhkan tindakan oknum pejabat yang meminta tiket gratis serta perlakuan istimewa dalam konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Namun dirinya membantah ada ratusan tiket VVIP gratis yang diminta oleh oknum tersebut.
"Kejadian ini diangkat oleh media karena ada di postingan Instagram Musi Event. Saya enggak tahu data dari mana nyebutin 500 pejabat minta tiket VVIP. Menurut saya itu tidak benar, karena jadi salah persepsi di masyarakat. Kalau dibilang oknum itu lebih tepat," ujar dia, Jumat (23/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak tepat 500 tiket dan dituduhnya ke pejabat dan mintanya ke VVIP. Dari 1.000 yang tersedia, kalau kita kasih 500 ke pejabat ya habis dong, tidak mungkin," ujar Rendy.
Mark Feehily dari Westlife dalam penampilan di Jakarta, Selasa (6/8). (CNN Indonesia/Daniela Dinda Ayuningtyas) |
"Kita rugi besar. Pertama, karena penonton kurang, tiket enggak sold out. Kedua, ya ada pembobolan itu. Tanpa pembobolan itu kita sudah rugi Rp5 miliar. Tambah pembobolan jadi tambah rugi, saya belum hitung totalnya tapi sekitar Rp 5 miliar," ungkap Rendy.
"Jadi kalau dituliskan 500 tiket VVIP untuk pejabat, tudingannya terlalu ngaco. Tidak seperti itu. Kita hubungan dengan pejabat baik. Kalau ditanya ada enggak oknum? Banyak. Masyarakat masuk dengan menyogok petugas keamanan, nonton tanpa beli tiket, banyak," tambah dia.
[Gambas:Video CNN] (idz/rea)
Mark Feehily dari Westlife dalam penampilan di Jakarta, Selasa (6/8). (CNN Indonesia/Daniela Dinda Ayuningtyas)