Seperti dilansir kantor berita Korsel, Yonhap, pada Minggu (26/4), roket tersebut sudah dirakit sejak 2012 lalu. Roket tersebut dipersenjatai dengan detektor infra merah dan dapat mendeteksi beberapa target sekaligus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korut sendiri dikabarkan telah membangun pangkalan kapal pendaratan tidak jauh dari perbatasan laut dengan Korsel pada 2012. Sejak saat itu, Korut telah meningkatkan pengeboran dengan kapal tersebut.
Korsel dan Korut masih terus berada dalam suasana perang sejak medio 1950-an. Dialog antara Korsel dan Korut menemui jalan buntu ketika pada 2010 lalu terjadi saling tuduh. Kala itu, kapal angkatan laut Korsel ditenggelamkan, namun Pyongyang membantah tuduhan menjadi dalang dari kejadian itu. Korsel juga menyalahkan Korut atas pengeboman sebuah pulau di wilayahnya.
Pertemuan pertama antara kedua pemimpin negara akhirnya terjadi pada 2000. Setelah saat itu, hubungan antara kedua negara semakin hangat hingga akhirnya pertemuan kedua terjadi pada 2007. Namun, hubungan mulai renggang ketika posisi presiden Korsel diisi oleh perwakilan partai konservatif pada 2008. (stu)