China membangun tujuh pulau buatan di kepulauan yang terletak di Laut Cina Selatan itu sehingga menyebabkan ketegangan di wilayah.
Manila, yang memiliki angkatan laut terlemah di Asia, meningatkan kerjasama keamanan tahun ini dengan Washington, Jepang dan Vietnam setelah China dengan agresif meningkatkan kehadiran di Laut Cina Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pada satu titik, pasukan tiga negara ini akan bergabung dalam satu kegiatan karena kami hanya memiliki dua kapal dan pesawat tempur terbatas untuk ikut serta dalam latihan tersebut,” ujar pejabat militer Filipina yang menolak disebutkan namanya itu.
Latihan dua minggu bersama AS ini dimulai akhir minggu lalu. Sementara, latihan dua hari dengan Jepang akan dimulai pada Selasa (24/6). Dan akan berlangsung di wilayah perairan Filipina, bukan di wilayah Laut Cina Selatan yang dipersengketakan.
Sementara militer Filipina berlatih secara rutin dengan pasukan AS, mereka mengikuti latihan bersama dengan Jepang untuk pertama kali pada Mei.
Tokyo tidak mengklaim wilayah Laut Cina Selatan, namun khawatir tersingkir jika China mendominasi parairan yang sebagian besar digunakan oleh kapal dagang negara itu.
Pemerintah Perdana Menteir Shinzo Abe meningkatkan kerjasama keamanan di Asia Tenggara pada tahun ini.
China mengklaim sebagian besar Laut Cina Selatan. Filipina, Malaysia, Vietnam, Taiwan dan Brunei mengklaim wilayah yang sama di perairan tersebut.
Minggu lalu Beijing mengatakan bahwa sebagian proyek reklamasi di Spratly akan segera selesai, dan akan melanjutkan pembangunan fasilitas di pulau-pulau karang yang diklaimnya.
China melakukan kegiatan reklamasi di sejumlah pulau karang di Kepulauan Spratly yang diperebutkan di Laut Cina Selatan. (Reuters/U.S. Navy/Handout) |
China melakukan kegiatan reklamasi di sejumlah pulau karang di Kepulauan Spratly yang diperebutkan di Laut Cina Selatan. (Reuters/U.S. Navy/Handout)