Seperti dilansir Reuters, Hamedani merupakan veteran perang Irak pada 1980-1988. Ia dilantik menjadi wakil kepala komandan pasukan elit pada 2005.
Hamedani memegang peranan penting sebagai penasihat bagi tentara Suriah dalam upaya penggempuran kelompok militan ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran memang merupakan sekutu regional dari Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Selama empat tahun perang sipil di Suriah, Iran memberikan dukungan militer dan ekonomi.
Namun, Iran menyangkal menerjunkan pasukan militer ke Suriah. Mereka mengaku hanya memberikan dukungan berupa penasihat bagi militer Suriah untuk menumpas teroris.
Setelah Rusia melancarkan serangan udara di Suriah untuk membela pemerintahan Assad, Iran akhirnya menurunkan personelnya ke tengah perang sipil tersebut.
Menurut dua sumber militer Libanon, ratusan tentara Iran sudah tiba di Suriah. Mereka angkat senjata bergabung dengan pasukan Assad dan sekutunya dari Hizbullah, Libanon, milisi Syiah Irak, sementara Rusia akan mendukung dari udara.
Di Suriah sendiri, koalisi di bawah komando Amerika Serikat sudah melancarkan serangan untuk melawan ISIS.
AS dan Rusia satu visi dalam penggempuran ISIS. Namun, AS tak sependapat dengan dukungan Rusia terhadap pemerintahan Bashar al-Assad. Menurut AS, Assad adalah dalang dari segala masalah di Suriah.
AS pun menuding bahwa serangan udara Rusia lebih banyak mengenai basis kelompok pemberontak Suriah ketimbang ISIS. (stu)