Diberitakan Reuters, Selasa (20/10), ekspor senjata Jerman dalam beberapa tahun terakhir dikritik karena kebanyakan dijual keluar negara Uni Eropa dan NATO, termasuk ke negara-negara yang keamanannya tidak stabil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan utama meningkatnya nilai ekspor senjata individu karena adanya kesepakatan penjualan pesawat tanker ke Inggris, yang mencakup sepertiga total nilai ekspor. Selain itu, ada juga kesepakatan pembelian kapal selam dari Israel.
Penjualan senjata adalah isu sensitif bagi Jerman karena negara itu memiliki masa lalu kelam saat pemerintahan Nazi serta peran Jerman mempersenjatai peperangan di abad ke-19 dan 20.
Ahli pertahanan dari partai sayap kiri Jerman, Linke, Jan Van Ken, mengatakan bahwa komitmen Gabriel dalam membatasi ekspor adalah "omong kosong." (den)