"Pembangunan dua pembangkit listrik 1000-MW akan dimulai segera," ujar kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Ali Akbar Salehi, seperti dikutip Sputnik.
Salehi juga mengumumkan bahwa Iran akan bekerja sama dengan negara lain dalam membangun jaringan tenaga nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulan lalu, juru bicara AEOI, Behrouz Kamalvandi, juga mengumumkan bahwa kerja sama Teheran dan Moskow akan segera berjalan.
Pada Selasa (19/1), Duta Besar Iran untuk Rusia, Mehdi Sanaei, mengatakan bahwa pencabutan sanksi kini membuat beberapa kerja sama antara Teheran dan Moskow dapat diperbaharui.
"Selama periode sanksi, selalu ada pihak ketiga yang memengaruhi hubungan bilateral antara Iran dan Rusia, yaitu Barat. Sekarang, pengaruh tersebut akan berkurang," ucap Sanaei.
Pencabutan sanksi ini merupakan hasil pembicaraan berbulan-bulan antara Iran dan negara P5+1, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, China, dan Jerman.
Dengan kesepakatan bahwa Teheran tidak mengembangkan stok uranium mereka melebihi kadar yang dapat membangun senjata nuklir, Iran akan lebih diterima di komunitas internasional.
Rencana ini dikritik oleh beberapa negara Teluk, termasuk Israel.