Rencana ini disampaikan oleh seorang pejabat Korsel pada Jumat (12/9), selang beberapa hari setelah Korea Utara berhasil menggunakan roket untuk meluncurkan satelit.
Selama ini, pejabat AS memang sudah pernah mengatakan bahwa sistem THAAD dibutuhkan di Korsel. Namun, Korsel enggan mendiskusikan penggunaan sistem tersebut untuk mengimbangi persekutuan dengan AS dan China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
THAAD yang dikembangkan oleh Lockheed Martin Corp didesain untuk mengintersepsi dan menghancurkan rudal balistik di dalam atau di luar atmosfer di tingkat akhir penerbangan.
Hubungan antara Korut dan Korsel memang kian panas setelah Pyongyang meluncurkan roket pada Minggu lalu.
Lihat juga:Kim Jong Un Awasi Peluncuran Satelit Korut |
Korut pun secara resmi mengumumkan bahwa mereka sudah menutup kompleks Kaesong dan menyatakan wilayah itu sebagai zona militer.
Kementerian Unifikasi Korsel pada Jumat (12/2) mengatakan pasokan listrik ke Kaesong telah diputuskan beberapa menit sebelum tengah malam. Belum diketahui kapan aliran air akan dimatikan, tapi langkah ini masuk dalam salah satu rencana Korsel. (stu/stu)